RSS
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


smp pancasila surabaya CANDI BOROBUDUR

Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9

Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.

Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.

Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).

Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha. YogYES mengajak anda untuk mengelilingi setiap lorong-lorong sempit di Borobudur agar dapat mengerti filosofi agama Budha. Atisha, seorang budhis asal India pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini.

Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "The Lamp for the Path to Enlightenment" atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.

Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikitari rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Dasarnya adalah prasasti Kalkutta bertuliskan 'Amawa' berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. Beberapa yang lain mengatakan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.

Dengan segala kehebatan dan misteri yang ada, wajar bila banyak orang dari segala penjru dunia memasukkan Borobudur sebagai tempat yang harus dikunjungi dalam hidupnya. Selain menikmati candinya, anda juga bisa berkeliling ke desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo untuk melihat aktivitas warga membuat kerajinan. Anda juga bisa pergi ke puncak watu Kendil untuk dapat memandang panorama Borobudur dari atas. Tunggu apa lagi? Tak perlu khawatir gempa 27 Mei 2006, karena Borobudur tidak terkena dampaknya sama sekali.

Naskah: Yunanto Wiji Utomo

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wisata Jawa Timur Park I dan II

Wisata Jawa Timur Park I dan II

Jawa Timur Park (JTP) merupakan objek wisata yang memadukan secara serasi konsep pendidikan (Education) dan konsep pariwisata (Tourism) dalam satu ruang dan satu waktu, sehingga mampu menjadi sarana penyebaran informasi tentang khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi (Biologi/ Kimia / Matematika / Fisika), Stadium Galeri Belajar yang mampu menampung 300 siswa, lembar Panduan Belajar Siswa dan kelengkapan alat peraga ilmu terapan (Indoor & Outdoor) yang diantaranya didukung oleh PLN, Telkom, Rimba Raya dan sejumlah Universitas Terkemuka (Negeri maupun Swasta) di Jawa Timur.

Serta dapat menjadi pemandu untuk memperdalam wawasan tentang ragam budaya bangsa dengan keberadaan Galeri Etnik Nusantara dan Anjungan Jawa Timur.

Terletak di lereng timur gunung Panderman, dalam area ± 11 hektar dan ketinggian 850m diatas permukaan laut, serta didukung hadirnya 3 wahana baru setiap tahunnya yang lebih menghibur dan mengasyikan, pengunjung dapat merasakan kesejukan, kenyamanan dan keindahan panorama pegunungan yang menjadi background Jawa Timur park dan kota Batu.


Dengan suguhan (One Stop Service) Jawa Timur Park menyambut kedatangan anda mulai 08.30 - 16.00 WIB setiap harinya.
Selain itu tersedia pula fasilitas pendukung berupa outlet Makanan, Minuman, Pasar Wisata, Pasar Buah, Pasar Sayur dan Galeri Bunga. Serta fasilitas umum yang tak kalah pentingnya yaitu Mushola, Klinik, Wartel, Nursery Room, Toilet dan Tempat Parkir yang representatif.

sumber: jawatimurpark.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wisata 1000 Bunga

Wisata 1000 Bunga Desa Sidomulyo

Desa Sidomulyo di kota Batu memang identik dengan Desa Bunga. Terdapat lebih dari 1.000 jenis tanaman bunga yang dibudidayakan dan tersebar di tiga dusun (Tinjumoyo, Tonggolari dan Sukorembug) yang jaraknya saling berdekatan.

Berwisata ke desa Sidomulyo agaknya sesuai khususnya bagi Anda pecinta bunga. Anda bisa menyaksikan tanaman mawar yang tumbuh di sepanjang desa yang bisa Anda petik tanpa perlu membayar, kecuali apabila Anda berminat untuk membeli.

Letaknya hanya sekitar 8 Km dari pusat kota Batu. Untuk menjangkaunya juga tak sulit. Memasuki Desa Sidomulyo, Anda langsung bisa menyimak pesona warna dari bunga-bunga yang ada di tepi kiri dan kanan jalan. Lahan pertanian dan pekarangan rumah pun penuh dengan tanaman bunga hingga tampak seperti taman.

Sejak zaman kolonial Belanda, Desa Sidomulyo sudah terkenal oleh kawasan bunga, terutama mawar. Ini disebabkan udaranya yang sejuk. Secara geografis, desa ini terletak di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut dengan suhu sekitar 18-23 °C. Berwisata di kawasan bunga Sidomulyo, Anda akan mengetahui berbagai macam hal, mulai dari cara penanaman bunga, penyiraman, proses bunga mekar, hingga pasar bunga semua ada di sana.

Bunga-bunga yang dijual di pasar bunga "Sekar Mulyo" yang terdiri dari 13 stan etalase harganya sangat murah. Satu tanaman bunga dalam polybag dapat dibeli dengan harga sekitar Rp 200,- hingga Rp 1.000,-. Harga ditentukan dari jenis bunganya. Deretan jenis bunga yang dibudidayakan petani di antaranya, mawar, krissan, agape, bambu air, lavender, wali songo, ceplok piring, cemara, beringin putih, sakura, anggrek, dan nusa indah.

sumber: erabaru.net

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

smp pancasila surabaya Taman Bunga dan Pemandian Selecta

Taman Bunga dan Pemandian Selecta


Taman rekreasi Selecta terletak di Desa Tulungrejo, Kota Batu, Jawa Timur dengan dikelilingi oleh Gunung Arjuno, Welirang dan Anjasmoro, dapat ditempuh dalam waktu 1 jam dari kota Malang dan 2 jam dari kota Surabaya. Tinggi dari permukaan laut 1.150 m dengan suhu udara berkisar antara 15° C – 25° C dan kedinginan air berkisar 18° C

Selecta didirikan oleh seorang warga negara Belanda bernama Ruyter de Wildt pada tahun 1930 sebagai tempat wisata dan peristirahatan pilihan bagi warga negara Belanda saat berada di Indonesia, sesuai dengan nama Selecta yang berasal dari kata selectie yang berarti ”pilihan”. Dan pada akhirnya Selecta menjadi sebuah karya monumental bagi sebuah konsep tatanan wisata yang menggabungkan unsur keindahan dan kesejukan alam pegunungan yang menjadi cikal bakal pariwisata Jawa Timur.

Pada awal masa kemerdekaan, Selecta merupakan tempat wisata dan peristirahatan pilihan bagi semua lapisan masyarakat negeri ini, mulai dari rakyat biasa hingga elit politik negeri ini, termasuk Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden di masa itu.

Dari masa kemerdekaan tersebut hingga masa sekarang, Selecta tetap mempertahankan tatanan sebagai tempat wisata eksotis yang indah dan sejuk, sehingga tetap menjadi tujuan wisata pilihan bagi semua lapisan masyarakat negeri ini dan wisatawan manca negara. Bahkan Selecta telah mengembangkan diri menjadi taman rekreasi dengan fasilitas yang lengkap tanpa mengurangi nilai sejarah dan keasriannya.

Sekarang, Selecta tidak hanya mempunyai kolam renang dengan air pegunungan yang segar dan jernih, tetapi juga dilengkapi taman bunga yang luas dan indah serta taman bermain anak dengan segala fasilitas bermain untuk anak, termasuk becak mini dan mobil mini. Kolam perahu dengan fasilitas perahu kano dan sepeda air, arena jogging seluas 6 hektar dan arena untuk berkuda serta tempat out bond yang ideal. Ketika memasuki areal taman rekreasi Selecta, pengunjung dapat dengan mudah mendapatkan tempat parkir, karena luas tempat parkir mencapai 3 hektar dan sebuah masjid yang representatif di areal tersebut. Ketika turun dari kendaraan, pengunjung disuguhi akuarium dalam ukuran yang sangat besar dipenuhi berbagai macam ikan air tawar dan sebuah gua unik yang bernama Gua Singa.

Restoran Selecta juga menyediakan berbagai masakan khas Jawa Timur dan chinesse food dalam style tempo dulu dengan cita rasa yang menggugah selera disertai pelayanan standar tinggi, dan dilengkapi berbagai gerai jajanan tradisional hingga modern. Restoran Selecta tidak hanya untuk pengunjung umum perorangan tetapi juga untuk rombongan dalam jumlah besar.

Hotel Selecta, di mana para Proklamator negeri ini pernah menginap, sekarang telah menjelma menjadi hotel dengan fasilitas modern yang lengkap tanpa meninggalkan nilai sejarah yang pernah tercatat di Hotel Selecta. Dengan fasilitas yang lengkap pada 60 kamar dan hall berkapasitas 600 orang, sangat ideal sebagai tempat pertemuan, diklat maupun acara pesta. Pelayanan prima dalam suasana kekeluargaan merupakan sikap yang dijunjung tinggi oleh Hotel Selecta.

Pasar Wisata Selecta merupakan tempat ideal untuk berbelanja, yang menyediakan berbagai macam tanaman hias, suvenir, makanan ringan khas Batu dan buah – buahan bahkan kelinci ataupun hewan piaraan yang lain.

Satu hal yang pasti, Selecta adalah taman rekreasi pilihan. Anda belum pernah ke Batu kalau anda belum pernah menginjakkan kaki di taman rekreasi Selecta, karena Selecta adalah Batu dan Batu adalah Selecta.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Keindahan Waduk Selorejo

Keindahan Waduk Selorejo


Tepatnya berada di kecamatan Ngantang letaknya ± 48 km dari kota Malang. Salah satu daya tarik dari obyek wisata ini yaitu dengan sarana perahu, para wisatawan bisa menikmati keindahan pemandangan bendungan Selorejo. Perahu yang digunakan bisa menggunakan sarana perahu dayung atau perahu mesin.

Taman Wisata Selorejo merupakan salah satu bendungan di Jawa Timur yang semua pengelolaannya dipegang oleh Perum Jasa Tirta.

Bagi anda yang suka akan sepeda gunung, Areal taman wisata Selorejo dapat dijadikan arena yang sangat menantang. Di tempat ini dapat menikmati panorama matahari terbit dan terbenam, bermain Jet ski dan Kolam renang. Nikmati pula kerenyahan makanan lokal khas warung-warung dalam taman wisata yang mahir menggoreng ikan nila, mujair dan ikan tombro.

Bukan hanya itu, ditempat ini juga terdapat padang golf 9 hole yang terletak di pinggir waduk. Dengan udara yang sejuk merupakan kenyamanan tersendiri bagi para pegolf. Lapangan tenis dan kolam renang juga terdapat di taman wisata ini. Tempat ini sangat cocok untuk anda yang ingin bersantai.

Keindahan bendungan yang dikelilingi oleh perbukitan dan gunung Anjasmoro,gunung Kelud, serta gunung Kawi menambahkan kesejukan udara yang dapat dirasakan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bendungan Karang Kates (bendungan Sutami)

Bendungan Karang Kates (bendungan Sutami)

terletak di kec Sumber Pucung sekitar 40 km sebelah selatan Malang. kalau dari kota malang, kecamatan kepanjen lalu kec sumberpucung. di bendungan karangkates Anda dapat menikmati keindahan danau buatan sambil berperahu dan memancing. apalagi kegiatan tersebut di waktu pagi atau sore hari… bisa liat sunrise dan sunset

Di Bendungan Karangkates tersebut terdapat sebuat taman taman (atau apalah namanya) yang enak buat bersantai. kita cukup bayar Rp.5000,- per orang sudah bisa menikmati indah dan sejuknya keadaan di sana. dengan banyaknya pepohonan yang yang rindang, tempat tersebut memang cocok buat bersantai bersama keluarga.

pada hari libur (sabtu-minggu, atau libur nasional) biasanya di tempat ini mengadakan pertunjukan seperti orkes pada sore hari untuk menarik pengunjung. pertunjukan tersebut terutama diadakan setelah idul fitri tiba, pasti diadakan orkes buat menghibur pengunjung.

kawasan karangkates apabila dilihat dari samping, dan masuk tempat wisata Karangkates

pembangkit listrik di bendungan karang kates (bendungan Sutami)

kalau datang di siang hari akan dimanjakan dengan segarnya udara di samping bendungan karangkates.

jadi bendungan karangkates merupakan wisata yang murah meriah tetapi sangat menyenangkan….

untuk makan-makanan yang serba ikan, bisa anda nikmati di “lahor”, tepatnya sebelah utara karang kates…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wisata Petik Apel dan Sayur di Kecamatan Poncokusumo

Wisata Petik Apel dan Sayur di Kecamatan Poncokusumo

Memetik apel langsung dari pohonnya memiliki kenangan sendiri yang tak terlupakan, karena memetik apel tidak sembarangan memetik. Bukan hanya acara memetik, pengunjung juga akan diterangkan tentang ciri-ciri apel yang sudah tua dan masih muda. Karena bentuk besar bukan berarti tua. Dengan memetik apel itulah pengetahuan tentang apel akan bertambah. Dan ingat, wisata memetik apel di Indonesia hanya ada di Malang jadi sangat disayangkan jika datang ke Malang tanpa mencoba sensasi petik apelnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Candi Singosari

Candi Singosari


Candi Singosari terletak didesa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Ditemukan pada sekitar awal abad 18 (tahun 1800-1850) dengan pemberian nama/sebutan Candi Menara oleh orang Belanda. Mungkin pemberian nama ini disebabkan bentuknya yang menyerupai menara. Sempat juga diberi nama Candi Cella oleh seorang ahli purbakala bangsa Eropa dengan berpedoman adanya empat buah celah pada dinding-dinidng dibagian tubuhnya. Juga menurut laporan dari W. Van Schmid yang mengunjungi candi ini pada tahun 1856, penduduk setempat menamakan Candi Cungkup. Akhirnya nama yang hingga sekarang dipakai adalah Candi Singosari karena letaknya di Singosari, adapula sebagian orang menyebutnya dengan Candi Renggo karena letaknya didesa Candirenggo.

Menurut laporan tertulis dari para pengunjung Candi Singosari dari tahun 1803 sampai 1939, dikatakan bahwa Candi Singosari merupakan kompleks percandian yang luas. Didalam kompleks tersebut didapatkan tujuh buah bangunan candi yang sudah runtuh dan banyak arca berserakan disana-sini. Salah satu dari tujuh candi yang dapat diselematkan dari kemusnahan adalah candi yang sekarang kita sebut Candi Singosari. Adapun arca-arcanya banyak yang dibawa ke Belanda, sedangkan arca-arca yang saat ini berada dihalaman Candi Singosari sekarang ini, berasal dari candi-candi yang sudah musnah itu.

Bentuk bangunan Candi Singosari sendiri bisa dibilang istimewa, karena candi itu seolah-olah mempunyai dua tingkatan. Seharusnya bilik-bilik candi berada pada bagian badan candi, pada Candi Singosari justru terdapat pada kaki candi. Bilik-bilik tersebut pada awalnya juga terdapat arca didalamnya yakni disebelah utara berisi arca Durgamahisasuramardhini, sebelah timur berisi arca Ganesha dan dibagian selatan terdapat arca Resi Guru yang biasa terkenal dengan sebutan Resi Agastya. Namun saat ini hanya tinggal arca Resi Agastya saja, sedangkan arca lainnya telah dibawa ke Leidan - Belanda. Alasan mengapa arca resi Agastya tidak dibawa serta ke Belanda adalah mungkin dikarenakan kondisinya yang sudah rusak cukup parah, sehingga tidak layak dibawa sebagai hadiah kepada penguasa negeri belanda pada saat itu.


Hal lain yang menarik untuk diamati pada Candi Singosari ini adalah hiasan candi. Umumnya bangunan candi dihias dengan hiasan yang rata pada seluruh badan atau bagian candi. Pada Candi Singosari kita tidak mendapatkan hal yang demikian. Hiasan Candi Singosari tidak seluruhnya diselesaikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Candi Singosari dahulu belum selesai dikerjakan tapi kemudian ditinggalkan. Sebab-sebab ditinggalkan tersebut dihubungkan dengan dengan adanya peperangan, yaitu serangan dari raja Jayakatwang dari kerajaan Gelang-gelang terhadap Raja Kertanegara kerajaan Singhasari yang terjadi pada sekitar tahun 1292. Serangan raja Jayakatwang tersebut dapat menghancurkan kerajaan Singhasari. Raja Kertanegara beserta pengikutnya dibunuh. Diduga karena masa kehancuran (pralaya) kerajaan Singhasari itulah, maka Candi Singosari tidak terselesaikan dan akhirnya terbengkalai.

Ketidak selesaian bangunan candi ini bermanfaat juga bagi kita yang ingin mengetahui teknik pembuatan ornamen (hiasan) candi. Tampak bahwa hiasan itu dikerjakan dari atas ke bawah. Bagian atas dikerjakan dengan sempurna, bagian tubuh candi (tengah) sebagian sudah selesai sedangkan bagian bawah sama sekali belum diselesaikan.

Dihalaman Candi Singosari masih terdapat beberapa arca yang tersisa, beberapa diantaranya berupa tubuh dewa/dewi meskipun bisa dibilang tidak utuh lagi. Bahkan terdapat satu arca Dewi Parwati yang memiliki bagian kepala yang terlihat "aneh". nampaknya bagian tersebut bukan merupakan kepala arca yang sebenarnya. Karena kepala arca yang sebenarnya diduga putus dan tidak ditemukan kembali.

Berkunjung ke Candi Singosari ini sambil memegang buku panduan wisata yang bercerita tentang sejarah candi Singosari, sempat menimbulkan kesedihan dihati saya. Betapa tidak, dibeberapa bagian halaman buku tersebut terpampang jelas foto-foto arca yang telah dibawa ke negeri Belanda, lengkap beserta penjelasan posisi/sikap beserta atribut-atibut yang dikenakan oleh tokoh arca tersebut. Foto-foto yang ada menunjukkan bahwa apa yang mereka (penjajah) bawa kenegeri mereka, memang merupakan arca yang masih utuh dengan tingkat seni yang bisa dibanggakan. Suatu hal yang bisa dibilang "perampokan" oleh bangsa Belanda terhadap seni-budaya bangsa Indonesia..

sumber: artikel di lokasi wisata dan buku Petunjuk Wisata Sejarah Kabupaten Malang



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

smp pancasila surabaya Wisata Kondang Merak

Wisata Kondang Merak

Pantai Kondang Merak merupakan pantai yang masih alami. Pantainya luas dengan pasir yang putih bersih, pesisir pantai yang rindang oleh pepohonan, serta batu karang yang besar-besar terlihat sangat kokoh dan cantik. Bila Anda merupakan penggemar suasana alam yang masih murni, akses jalan yang kurang baik tidak akan menjadi masalah. Tempat ini dapat dijadikan alternatif wisata terdekat dari Pantai Balekambang yang sudah sangat tersohor. Anda dapat mendirikan tenda, dan bermalam dengan nyala api unggun sambil memandang pantai yang masih alami. Terdapat beberapa penjaga hutan di depan pos penjagaan pintu masuk kawasan wisata ini, sehingga area ini masih relatif aman.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wisata Pantai Ngliyep

Wisata Pantai Ngliyep

Pantai Ngliyep Malang – Sebelah selatan dari Kota Malang terdapat beberapa Pantai yang sangat indah, salah satunya adalah Pantai Ngliyep.Letak Pantai Ngliyep berada ditepi Samudra Indonesia tepatnya ada di Desa Kedungsalam, masuk wilayah Kecamatan Donomuyo, tepatnya arah 62 Km ke selatan dari Kota Malang Jawa Timur. Jika ingin menuju pantai ini, anda bisa mencapai melalui kota Kepanjen, Desa Sumbermanjing Kulon atau melalui desa Karangkates (Bendungan Sutami) kemudian menuju ke desa Donomulyo.

Keindahan pantai Ngliyep merupakan perpaduan dari berbagai tebing curam yang alami dengan dikelilingi hutan lindung dan hamparan pasir putih nan indah di sela-selanya. Selain itu Pantai Ngliyep merupakan pantai dengan hamparan pasir putih yang berkilauan dan terlihat sangat menawan, apalagi disertai dengan deburan ombak yang menerpa tebing-tebing terjal di tepian pantai yang menambah semarak suasana di pantai Ngliyep. Setiap wisatawan yang datang dapat beristirahat di sebuah pulau kecil yang bernama “Gunung Kombang” sambil menikmati keindahan suasana senja.

Namun jangan harap Wisatawan yang datang ke objek wisata Pantai Ngliyep dapat berenang di pantai, karena ombak pantai selatan pada umumnya sangat berbahaya. Namun hal ini janganlah dijadikan alasan untuk tidak berkunjung ke objek wisata Pantai Ngliyep, masih banyak aktivitas yang dapat kita lakukan, misalnya membuat patung-patung pasir di tepi pantai, beristirahat sambil menyaksikan pesona senja yang dapat dinikmati dari Gunung Kombang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Keindahan Candi Jago

Keindahan Candi Jago

Candi Jago berasal dari kata "Jajaghu", didirikan pada masa Kerajaan Singhasari di abad ke-13. Berlokasi di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, atau sekitar 22 km dari Kota Malang, pada koordinat 8°0′20.81″S 112°45′50.82″E . Pada candi inilah Adityawarman kemudian menempatkan Arca Manjusri seperti yang disebut pada Prasasti Manjusri. Sekarang Arca ini tersimpan di Museum Nasional dengan nomor inventaris D. 214.

Candi ini cukup unik, karena bagian atasnya hanya tersisa sebagian dan menurut cerita setempat karena tersambar petir. Relief-relief Kunjarakarna dan Pancatantra dapat ditemui di candi ini. Sengan keseluruhan bangunan candi ini tersusun atas bahan batu andesit.

Arsitektur Candi Jago disusun seperti teras punden berundak. Keseluruhannya memiliki panjang 23,71 m, lebar 14 m, dan tinggi 9,97 m. Bangunan Candi Jago nampak sudah tidak utuh lagi; yang tertinggal pada Candi Jago hanyalah bagian kaki dan sebagian kecil badan candi. Badan candi disangga oleh tiga buah teras. Bagian depan teras menjorok dan badan candi terletak di bagian teras ke tiga. Atap dan sebagian badan candi telah terbuka. Secara pasti bentuk atap belum diketahui, namun ada dugaan bahwa bentuk atap Candi Jago menyerupai Meru atau Pagoda.

Pada dinding luar kaki candi dipahatkan relief-relief cerita Kresnayana, Parthayana, Arjunawiwaha, Kunjarakharna, Anglingdharma, serta cerita fabel. Untuk mengikuti urutan cerita relief Candi Jago kita berjalan mengelilingi candi searah putaran jarum jam (pradaksiana).

Pada sudut kiri candi (barat laut) terlukis awal cerita binatang seperti halnya cerita Tantri. Cerita ini terdiri dari beberapa panel. Sedangkan pada dinding depan candi terdapat fabel, yaitu kura-kura. Ada dua kura-kura yang diterbangkan oleh seekor angsa dengan cara kura-kura tadi menggigit setangkai kayu. Di tengah perjalanan kura-kura ditertawakan oleh segerombolan serigala. Mereka mendengar dan kura-kura membalas dengan kata-kata (berucap), sehingga terbukalah mulutnya. Ia terjatuh karena terlepas dari gigitan kayunya. Kura-kura menjadi makanan serigala. Maknanya kurang lebih memberikan nasihat, janganlah mundur dalam usaha atau pekerjaan hanya karena hinaan orang.

Pada sudut timur laut terdapat rangkaian cerita Buddha yang meriwayatkan Yaksa Kunjarakarna. Ia pergi kepada dewa tertinggi, yaitu Sang Wairocana untuk mempelajari ajaran Buddha.

Beberapa hiasan dan relief pada kaki candi berupa cerita Kunjarakarna. Cerita ini bersifat dedaktif dalam kepercayaan Buddha, antara lain dikisahkan tentang raksasa Kunjarakarna ingin menjelma menjadi manusia. Ia menghadap Wairocana dan menyampaikan maksudnya. Setelah diberi nasihat dan patuh pada ajaran Buddha, akhirnya keinginan raksasa terkabul.

Pada teras ketiga terdapat cerita Arjunawiwaha yang meriwayatkan perkawinan Arjuna dengan Dewi Suprabha sebagai hadiah dari Bhatara Guru setelah Arjuna mengalahkan raksasa Niwatakawaca.

Hiasan pada badan Candi Jago tidak sebanyak pada kakinya. Yang terlihat pada badan adalah relief adegan Kalayawana, yang ada hubungannya dengan cerita Kresnayana. Relief ini berkisah tentang peperangan antara raja Kalayawana dengan Kresna. Sedangkan pada bagian atap candi yang dikirakan dulu dibuat dari atap kayu/ijuk, sekarang sudah tidak ada bekasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cagar Alam Pulau Sempu

Cagar Alam Pulau Sempu

Kawasan alam yang berada dibawah naungan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Timur. Seperti halnya pulau Phi-Phi, pulau Sempu memiliki bentang alam yang menakjubkan. Jujur saja, alam Pulau Sempu malah lebih bagus ketimbang Pulau Phi-phi, hanya kalah fasilitas.

Secara geografis, Pulau Sempu terletak diantara 112° 40′ 45″ - 112° 42′ 45″ bujur timur dan 8° 27′ 24″ - 8° 24′ 54″ lintang selatan. Pulau itu memiliki luas sekitar 877 hektar, berbatasan dengan Selat Sempu (Sendang Biru) dan dikepung Samudera Hindia di sisi selatan, timur dan barat.Pulau Sempu memiliki empat ekosistem yakni ekosistem hutan mangrove, ekosistem hutan pantai, ekosistem danau dan hutan tropis dataran rendah. Sesuai penelitian beberapa ahli, iklim kawasan pulau Sempu termasuk tipe C dengan curah hujan rata-rata 2.132 mm per tahun. Musim hujan umumnya terjadi pada bulan Oktober dan April, sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan Juli sampai September.

Di pulau Sempu terdapat lebih dari 223 jenis tumbuhan, dan 144 lebih jenis burung spesies baru dan mamalia dan hewan langka lainnya. Malah, di pulau itu masih ada macan Tutul serta 20 spesies Macan Kumbang. Penjaga pulau dari BKSDA menyebut, binatang buas itu sering tampak di sekitar Telaga Lele dan Teluk Semut.

Nama Pulau Sempu sendiri sebenarnya berasal dari nama sejenis tanaman obat yang saat ini amat langka, yakni pohon Sempu. Anehnya, meski bernama pulau Sempu, tak satupun pohon Sempu yang masih berdiri di areal hutan tropis maupun hutan pantai pulau itu. Malah banyak pohon jenis lain yang tumbuh subur disana, semisal Bendo dan pohon-pohon raksasa lainnya. Kawasan yang berstatus cagar alam itu, memiliki hutan yang masih terjaga dengan baik. Meskipun dulu pernah menjadi lahan latihan militer.

Menyeberang ke Pulau Sempu dari Pantai Sendang Biru, hanya menghabiskan waktu kurang dari 10 menit. Jika anda dari pusat Kota Malang, maka arahkan kendaraan menuju Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Dalam waktu dua jam, anda akan tiba di perairan Sendangbiru. Tujuan utama perjalanan ke pulau Sempu yakni berkunjung ke Danau Segara Anakan. Danau itu terletak sisi selatan bagian terluar pulau yang berbatasan dengan Samudera Hindia. Sehingga agar perjalanan aman, Malang Post memilih mendarat di Teluk Semut sisi utara Pulau Sempu. Dari Teluk Semut, masih harus menempuh perjalanan by foot (jalan kaki) sekitar satu jam. Kalau bertemu nelayan yang “cukup gila” sebenarnya bisa saja minta mendarat di Long Beach.

Perjalanan menuju Segara Anakan lebih kurang satu jam (musim kemarau), menyusuri hutan tropis dataran rendah. Amat disarankan memakai alas kaki yang tak gampang lengket. Paling enak memakai sepatu boot atau futsal yang memiliki ‘gigi’ di bagian bawah untuk menggigit tanah berlumpur (lempung). Paling tidak, pengunjung harus melewati medan cukup sulit hingga bersudut kemiringan 60 derajat. Yang paling menantang tentu saja saat melewati jembata dari pohon rubuh yang terbentang di atas sungai alam. Sejam kemudian aroma pantai sudah menyergap, ketika perairan Segara Anakan sudah terlihat begitu hutan tropis berakhir.

Selama sekitar 15 menit menyusuri sisi danau segara anakan yang berair payau, kita akan menjumpai satu pantai kecil yang berpasir putih. Tak ada satupun hunian ditempat itu, sehingga jika ingin menginap harus membawa tenda dan peralatan petualangan lainnya. Air Danau Segara Anakan sebenarnya berasal dari air Laut Samudera Hindia. Air itu masuk melalui lubang bulat besar di tebing bagian tenggara. Sehingga saat ombak masuk, air akan terlihat begitu indah bak semburan sang naga. Lamat-lamat dari pantai Segara Anakan, masih terdengar debur Samudera Hindia menghantam tebing curam di sisi selatan Pulau Sempu. Jika naik ke etas tebing di sisi Segara Anakan, bakal terlihat hamparan Samudera Hindia yang amat luas.

Pengunjung yang beruntung bisa saja melihat lumba-lumba ataupun penyu yang tengah berenang. Namun, jika ta beruntung, barangkali akan menemukan jejak kucing hutan. Jejak binatang penyembunyi itu ditemukan di pantai tak bernama dibalik punggungan bukit Segara Anakan. Ketika berkunjung ke Segara Anakan, maka sudah selayaknya menyusuri pantai dan gunung menuju Long Beach (pantai panjang). Long Beach, sesuai namanya memiliki hamparan pasir pantai seperti iklan salah satu produk rokok yang cukup terkenal.

Adapun mengelilingi Pulau Sempu dengan jalan kaki membutuhkan waktu dua hari. Dari Segara Anakan bisa menyusur pantai menuju goa kapur melalui Long Beach. Lantas perjalanan akan menembus Danau Sat dan menuju Telaga Lele (air tawar). Untuk menuju Sendang Biru, perjalanan dari Telaga Lele bisa langsung diteruskan menuju Teluk Waru-Waru. Dari teluk tersebut, sudah nampak jejeran perahu nelayan di ujung Sendang Biru.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

smp pancasila surabaya Jimbaran dan Kedonganan & Kawasan Batur (Batur Area)

Jimbaran dan Kedonganan
Kabupaten/Kota : Badung


Jimbaran dan Kedonganan adalah merupakan tempat dimana para nelayan berlabuh dan pusat pasar ikan di daerah Badung. Pantai putih yang cocok untuk berjemur dan berlayar 

dengan perahu tradisional. Dan pada saat matahari tenggelam sambil menikmati santap malam akan menyaksikan sinar lampu hotel-hotel yang terletak di tebing-tebing sebelah selatan pantai serta menyaksikan kapal terbang yang akan turun dan mengudara di Airport Ngurah Rai
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

smp pancasila surabaya Wisata Pantai Balekambang

Wisata Pantai Balekambang

Pantai Balekambang memiliki tiga pulau dengan jarak sekitar seratus meter masing-masing, dua di antaranya telah terhubung dengan satu meter lebar jembatan ke Pantai Balekambang,Pantai Balekambang menawarkan suasana yang berbeda dari pantai di bagian Selatan Malang. Salah satu dari tiga pulau yang disebut pulau Ismoyo memiliki candi Hindu, yang didirikan oleh Masyarakat Hindu lokal. Setiap tahun, ritual dan upacara adat Jalanidhipuja (upacara Hindu) dan Suran (Upacara Tahun Baru Jawa) diadakan di sini setiap tahun. Tempat parkir, warung, penginapan, toko suvenir, dan fasilitas lain pariwisata telah disediakan untuk para pengunjung.Pantai Balekambang merupakan Pantai yang indah dan terletak di desa Srigonco, kecamatan Bantur,Malang,Jawa Timur, sekitar 57 km di selatan dari Malang dan mudah dicapai dengan transportasi umum. Kunjungi Wisata Pantai Balekambang dan nikmatilah gelombang ombak yang besar dan sangat menyenangkan dengan angin laut yang nyiur melambai Melihat matahari terbenam dan matahari terbit dipantai Balekambang ini dan melakukan beberapa kegiatan pantai, seperti; berenang, mandi matahari, memancing Wisata di Malang Surga Dunia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

smp pancasila surabaya Gunung Kawi Tampaksiring

Gunung Kawi Tampaksiring
Kabupaten/Kota : Gianyar


Setelah melewati Gapura dan 315 anak tangga di pinggir sungai Pakerisan yaitu sebuah sungai yang mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi, terletak komplek candi Gunung Kawi. Obyek wisata ini termasuk wilayah Tampaksiring 40 km dari Denpasar. Mengenai nama Gunung Kawi ini belum diketahui dengan pasti asal mulanya. Namun secara etimologi dikatakan berasal dari kata Gunung dan Kawi, yang berarti gunung adalah daerah pegunungan dan Kawi berarti pahatan. Jadi maksudnya ialah pahatan yang terdapat di pegunungan atau di padas karang. Menurut sejarahnya diantara raja – raja yang memerintah di Bali yang paling terkenal adalah Dinasti Warmadewa. Raja Udayana adalah merupakan dinasti ini dan beliau adalah anak dari Ratu Campa yang diangkat anak oleh Warmadewa. Setelah dewasa Udayana nikah dengan Putri Jawa yang bernama Gunapriya Dharma Patni. Dari perkawinannya ini menurunkan Erlangga dan Anak Wungsu. Akhirnya setelah Erlangga wafat tahun 1041, kerajaanya di Jawa Timur dibagi Dua. Pendeta Budha yang bernama Empu Baradah dikirim ke Bali agar pulau Bali diberikan kepada salah satu Putra Erlangga, tetapi ditolak oleh Empu Kuturan. Selanjutnya Bali diperintah oleh Raja Anak Wungsu antara tahun 1029 – 1077 dan dibawah perintahnya Bali merupakan daerah yang sangat subur dan tentram. Setelah beliau meninggal dunia abunya disimpan dalam satu candi di komplek Candi Gunung Kawi. Tulisannya yang terdapat diatas pintu semu yang berbunyi : " Haji Lumah Ing Jalu " yang berarti Sang Raja dimakamkan di Jalu" sama dengan "Susuh" dari ( ayam jantan ) yang bentuknya sama dengan "Kris" maka perkataan Ing Jalu dapat ditafsirkan sebagai petunjuk " Kali Kris " atau Pakerisan. Raja yang dimakamkan di jalu dimaksud adalah Raja Udayana. Sedangkan tulisan " Rwa Anakira " yang berarti " Dua Anaknya " kemungkinan yang dimaksud makam Raja Udayana, Anak Wungsu dan Empat orang Permaisuri Raja serta Perdana Mentri Raja. Diseberang Tenggara atau dari komplek candi ini terletak Wihara ( tempat tinggal atau asrama para biksu / pendeta Budha ). Peninggalan candi dan wihara di Gunung Kawi ini diperkirakan pada abad 11 Masehi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

smp pancasila surabaya Gunung Agung(Mount Agung) & Gunung Batur (Mount Batur)


Gunung Agung yang merupakan Gunung yang disucikan oleh masyarakat Hindu Bali dimana mereka memiliki kepercayaan bahwa para dewa-dewa berstana di Gunung Agung. Gunung Agung salah satu gunung yang masih aktif di Pulau Bali, letusan terakhir terjadi pada tahun 1963 yang mengakibatkan kehancuran terutama di Kabupaten Karangasem. Gunung yang memiliki ketinggian 3,014 meter, di kaki gunung terdapat Pura Besakih, pura yang terbesar yang terdapat di Bali. Para petualang dapat memanjat Gunung Agung antara bulan Juli dan Bulan October.




Gunung yang sampai saat ini masih aktif dengan ketinggian 1,500 meter dari permukaan laut dan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan dari Denpasar. Dua letusan yang terjadi pada tahun 1917 dan 1926 serta tahun 1994. Dengan danau Batur yang terletak di kaki gunung Batur memberikan suasana pemandangan yang menakjubkan. Kegiatan hiking menuju puncak kurang lebih 3 jam untuk menyaksikan Gunung Agung dan Gunung Rinjani

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

smp pancasila surabaya Desa Sebatu dan Pujung(Sebatu and Pujung Villages)


Desa Sebatu terletak di sebelah Utara Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, sedangkan Banjar atau Dusun Pujung termasuk wilayah Desa Sebatu. Dari desa Peliatan, arah Desa Sebatu adalah ke Utara, dan di lokasi itulah banyak sekali para pematung yang di sepanjang jalan ngobrol sambil tangan mereka sibuk mengukir kayu dengan pisau kecil. Dan di Desa Sebatu terletak di sebelah Utara Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, sedangkan Banjar atau Dusun Pujung termasuk wilayah Desa Sebatu. Dari desa Peliatan, arah Desa Sebatu adalah ke Utara, dan di lokasi itulah banyak sekali para pematung yang di sepanjang jalan ngobrol sambil tangan mereka sibuk mengukir kayu dengan pisau kecil. Dan di Desa Adat Sebatu ini terdapat sebuah Pura Gunung Kawi Sebatu.
Desa Sebatu dan Pujung banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara maupun Nusantara dan tujuan mereka adalah untuk melihat serta membeli hasil-hasil kerajinan masyarakat yang berupa pohon pisang, buah-buahan, bunga-bungaan, patung antik, patung Garuda dan lain-lainnya yang terbuat dari kayu. Di wilayah Desa Sebatu banyak ditemui bukti-bukti kekunaan. 

Bukti-bukti tersebut diantaranya adalah Lingga di beberapa pura, upacara-upacara yang tidak memakai Pedanda, dan juga tidak adanya Padmasana pada pura-pura di lingkungan wilayah desa ini. Nama Sebatu sendiri telah dikaitkan dengan cerita yang termuat dalam lontar Usana Bali yaitu cerita Mayadenawa. Ketika terjadi peperangan antara Mayadenawa dan Betara Indra, pada saat Mayadenawa telah mengalami kekalahan ia menarik diri ke Utara. Mungkin karena kepayahan, sementara musuh tetap mengejar, terpelesetlah kakinya pada sebuah batu. Dalam bahasa Bali terpeleset berarti nyauh atau sauh. Karena terpeleset pada batu, kemudian tempat ini diberi nama Sauh Batu. Karena dengan berkembangnya masa kata Sauh Batu diubah menjadi Sebatu. Desa Sebatu dan Pujung banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara maupun Nusantara dan tujuan mereka adalah untuk melihat serta membeli hasil-hasil kerajinan masyarakat yang berupa pohon pisang, buah-buahan, bunga-bungaan, patung antik, patung Garuda dan lain-lainnya yang terbuat dari kayu. Di wilayah Desa Sebatu banyak ditemui bukti-bukti kekunaan. Bukti-bukti tersebut diantaranya adalah Lingga di beberapa pura, upacara-upacara yang tidak memakai Pedanda, dan juga tidak adanya Padmasana pada pura-pura di lingkungan wilayah desa ini. Nama Sebatu sendiri telah dikaitkan dengan cerita yang termuat dalam lontar Usana Bali yaitu cerita Mayadenawa. Ketika terjadi peperangan antara Mayadenawa dan Betara Indra, pada saat Mayadenawa telah mengalami kekalahan ia menarik diri ke Utara. Mungkin karena kepayahan, sementara musuh tetap mengejar, terpelesetlah kakinya pada sebuah batu. Dalam bahasa Bali terpeleset berarti nyauh atau sauh. Karena terpeleset pada batu, kemudian tempat ini diberi nama Sauh Batu. Karena dengan berkembangnya masa kata Sauh Batu diubah menjadi Sebatu. Desa Sebatu terletak di sebelah Utara Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, sedangkan Banjar atau Dusun Pujung termasuk wilayah Desa Sebatu. Dari desa Peliatan, arah Desa Sebatu adalah ke Utara, dan di lokasi itulah banyak sekali para pematung yang di sepanjang jalan ngobrol sambil tangan mereka sibuk mengukir kayu dengan pisau kecil. Dan di Desa Adat Sebatu ini terdapat sebuah Pura Gunung Kawi Sebatu. Desa Sebatu dan Pujung banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara maupun Nusantara dan tujuan mereka adalah untuk melihat serta membeli hasil-hasil kerajinan masyarakat yang berupa pohon pisang, buah-buahan, bunga-bungaan, patung antik, patung Garuda dan lain-lainnya yang terbuat dari kayu. Di wilayah Desa Sebatu banyak ditemui bukti-bukti kekunaan. Bukti-bukti tersebut diantaranya adalah Lingga di beberapa pura, upacara-upacara yang tidak memakai Pedanda, dan juga tidak adanya Padmasana pada pura-pura di lingkungan wilayah desa ini. Nama Sebatu sendiri telah dikaitkan dengan cerita yang termuat dalam lontar Usana Bali yaitu cerita Mayadenawa. Ketika terjadi peperangan antara Mayadenawa dan Betara Indra, pada saat Mayadenawa telah mengalami kekalahan ia menarik diri ke Utara. Mungkin karena kepayahan, sementara musuh tetap mengejar, terpelesetlah kakinya pada sebuah batu. Dalam bahasa Bali terpeleset berarti nyauh atau sauh. Karena terpeleset pada batu, kemudian tempat ini diberi nama Sauh Batu. Karena dengan berkembangnya masa kata Sauh Batu diubah menjadi Sebatu. Desa Sebatu terletak di sebelah Utara Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, sedangkan Banjar atau Dusun Pujung termasuk wilayah Desa Sebatu. Dari desa Peliatan, arah Desa Sebatu adalah ke Utara, dan di lokasi itulah banyak sekali para pematung yang di sepanjang jalan ngobrol sambil tangan mereka sibuk mengukir kayu dengan pisau kecil. Dan di Desa Adat Sebatu ini terdapat sebuah Pura Gunung Kawi Sebatu. Desa Sebatu dan Pujung banyak dikunjungi oleh para wisatawan Mancanegara maupun Nusantara dan tujuan mereka adalah untuk melihat serta membeli hasil-hasil kerajinan masyarakat yang berupa pohon pisang, buah-buahan, bunga-bungaan, patung antik, patung Garuda dan lain-lainnya yang terbuat dari kayu. Di wilayah Desa Sebatu banyak ditemui bukti-bukti kekunaan. Bukti-bukti tersebut diantaranya adalah Lingga di beberapa pura, upacara-upacara yang tidak memakai Pedanda, dan juga tidak adanya Padmasana pada pura-pura di lingkungan wilayah desa ini. Nama Sebatu sendiri telah dikaitkan dengan cerita yang termuat dalam lontar Usana Bali yaitu cerita Mayadenawa. Ketika terjadi peperangan antara Mayadenawa dan Betara Indra, pada saat Mayadenawa telah mengalami kekalahan ia menarik diri ke Utara. Mungkin karena kepayahan, sementara musuh tetap mengejar, terpelesetlah kakinya pada sebuah batu. Dalam bahasa Bali terpeleset berarti nyauh atau sauh. Karena terpeleset pada batu, kemudian tempat ini diberi nama Sauh Batu. Karena dengan berkembangnya masa kata Sauh Batu diubah menjadi Sebatu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

smp pancasila surabaya Danau Buyan dan Tamblingan(Buyan and Tamblingan Lake)

Danau Buyan dan Tamblingan(Buyan and Tamblingan Lake)
Kabupaten/Kota : Buleleng



Danau Buyan dan Danau Tamblingan seolah danau kembar yang memiliki daya tarik yang sangat mempesona. Keaslian alam di kedua danau ini masih sangat dirasakan, misalnya dengan tidak adanya penggunaan perahu bermotor di kedua danau ini. Masyarakat setempat menggunakan perahu-perahu kecil yang disebut "pedahu" untuk memancing. Dengan udara yang sejuk dikelilingi pegunungan yang serba hijau, suasana udara yang segar memberikan suasana yang tenang dan nyaman. Danau ini sangat ideal untuk rekreasi air seperti mendayung dan memancing. Bagi mereka

Bagi mereka yang menyenangi alam dan rekreasi, kedua danau inilah tempatnya. Adanya kera-kera yang tidak jauh dari kedua danau ini, yaitu di jalanraya sebelah danau Buyan jurusan Denpasar-Singaraja, yang semakin hari semakin banyak jumlahnya, menambah daya tarik kawasan ini sebagai obyek wisata.

Danau Buyan dan Danau Tamblingan berlokasi di Kecamatan Sukasada, 21 km sebelah Selatan Kota Singaraja, terletak di pinggir jalan Denpasar-Singaraja. Letaknya yang cukup tinggi yaitu kurang lebih 1000 m dari permukaan laut menyebabkan udaranya agak sejuk dan dingin pada malam hari. Sedangkan Danau Tamblingan dapat dicapai melalui pertigaan ke arah Desa Munduk, desa Gobleg dan tembus di Lovina. Sepanjang jalan ke danau ini dapat dilihat pemandangannya secara utuh. Dari Desa Munduk dapat dicapai danau melalui jalan swadaya masyarakat. Mobil dapat mencapai pinggir danau yang masih asri, dengan kawasan hutannya yang belum tersentuh.

Fasilitas yang tersedia adalah tempat parkir untuk mobil tepi danau, penyewaan perahu untuk keperluan memancing ataupun sekedar berekreasi, dan fasilitas akomodasi. Dari pengamatan secara umum, kebanyakan wisatawan yang datang ke tempat ini adalah wisatawan mancanegara yang independent, mereka membawa kendaraan sendiri. Setiap saat danau ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara.

Lokasi 0byek Danau Buyan dan Tamblingan terletak di kawasan yang sangat strategis yakni diapit oleh tiga obyek wisata terkenal yaitu Bedugul dengan Pura Ulun Danunya, Air Terjun Gitgit, dan Lovina Beach. Sebagai latar belakang adalah gunung Lesong dengan ketinggian 1860 m memagari kejernihan air danau sekaligus me
nciptakan keheningan yang sangat alami.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

smp pancasila surabaya Denpasar-Bedugul-Alas Kedaton-Tanah Lot

Merupakan suatu rute perjalanan yang sangat menyenangkan dari Denpasar menuju Bedugul. Bedugul adalah daerah pegunungan yang dingin di mana terdapat sebuah danau (Danau Beratan) dan Pura Ulun Danu. Kita dapat menikmati pemandangan alam yang indah serta tempat rekreasi air dan lain-lain. Dari Bedugul kita menuju obyek wisata Alas Kedaton, dimana terdapat ratusan ekor kera dan kelelawar di hutan yang mengelilingi Pura Alas Kedaton yang dibangun sekitar abad XV Masehi. Setelah itu kita meneruskan perjalanan ke Tanah Lot yang sudah tidak asing lagi bagi wisatawan seluruh mancanegara. Di Tanah Lot terdapat sebuah pura di tengah laut dan bila matahari akan tenggelam di ujung laut, maka terciptalah suatu pemandangan yang sangat indah.

Terletak di dataran tinggi, menyebabkan tempat ini sangat sejuk dan kadang-kadang di selimuti kabut, keindahan alam pegunungan dan Danau Beratan yang bersih, di tengahnya ada sebuah pura Ulun Danu yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan, akan sangat sayang sekali kalau di lewatkan.

Wisatawan bisa menikmati waktu santai dengan jalan kaki, menyewa perahu, banyak wisatawan nusantara berkunjung kesini pada waktu musim liburan. Ada Kebun Raya di Bedugul yang merupakan satu satunya di Bali, berbagai jenis buahan-buahan dan sayur mayur tumbuh dengan subur di daerah ini. Penduduk setempat menjual hasil kebunnya di pasar setempat dan juga di jual ke daerah lain di Bali. Disini juga disiapkan kapal boat atau sampan yang disewakan bagi pengunjug untuk lebih menikmati keindahan Danau Beratan. Di areal wisata terdapat kios-kios kecil untuk keperluan oleh-oleh bagi keluarga

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

smp pancasila surabaya Batu Klotok






Pantai Klotok letaknya 5 Km dari kota Semarapura ke arah selatan. Tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi karena dilatarbelakangi pemandangan persawahan dengan Gunung Agung yang nampak di kejauhan dan hamparan laut di depannya. Wisatawan juga dapat menyaksikan dan menikmati pemandangan yang sangat menarik pada saat ada kegiatan upacara melasti.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

smp pancasila surabaya Senandung Sunyi Air Terjun Singsing

Singsing Waterfall : Senandung Sunyi Air Terjun Singsing Kabupaten/Kota : Buleleng

Pada waktu musim panas, volume air terjun relatif menurun. Jalan menuju air terjun yang sedikit mendaki merupakan kegiatan yang menyenangkan untuk kegiatan "trekking". Letaknya yang tidak jauh dari kawasan Lovina, bahkan dapat dicapai dengan jalan kaki dari Lovina, menjadikan obyek ini banyak dikunjungi wisatawan yang umumnya mereka yang tinggal di kawasan Wisata Lovina. Tidak jauh dari air terjun Singsing ini, terdapat monumen Belanda. Monumen ini dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk memperingati gugurnya seorang Perwira tentara Belanda didalam perang Banjar pada tahun 1868. Sekitar tahun 1956. Monumen ini dihancurkan karena dianggap menghormati penjajah. Akan tetapi pada tahun 1992 monumen ini dibangun kembali oleh Pemda Kabupaten Dati II Buleleng dengan maksud bahwa sejarah tidak bisa dihapus, disamping monumen itu juga melambangkan kepahlawanan rakyat Banjar yang

mampu menewaskan perwira tentara Belanda. Air Terjun Singsing terletak di Banjar Labuhan Haji Desa Temukus Kecamatan Banjar, 3 km dari Lovina dan 13 km dari Singaraja. Untuk menuju obyek wisata ini dapat dicapai dengan kendaraan bermotor sampai ke jurusan desa Tigawarsa. Sebuah tanda penunjuk arah menunjukkan jalan yang harus diikuti dengan berjalan kaki (sepanjang lebih kurang 600 meter) untuk sampai kepada air terjun yang pertama. Untuk mencapai air terjun kedua yang letaknya lebih tinggi harus melalui jalan yang terjal. Fasilitas parkir dibangun dan diusahakan oleh banjar setempat, dan warung disekitar kawasan inipun telah tersedia. Wisatawan baik Nusantara maupun mancanegara banyak mengunjungi air terjun ini karena suasananya yang tenang, damai dan cocok untuk kesegaran jasmani. Lokasi Air Terjun di daerah perbukitan, yang memberikan pemandangan hamparan pantai Lovina di arah Utara, menjadi daya tarik yang cukup memikat bagi para wisatawan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

smp pancasila surabaya Air Panas Banyuwedang(Banyuwedang Hot Spring)

Air Panas Banyuwedang(Banyuwedang Hot Spring) Kabupaten/Kota : Buleleng

Air Panas Banyuwedang bersumber dari mata air panas yang muncul di pantai. Air panas ini berada di bawah air pada waktu air pasang. Merupakan sumber air panas terbesar, bangunan beton pengaman dibuatkan dalam bentuk lingkaran yang berfungsi sebagai tanggul, sehingga pada saat air pasang air panas tersebut tidak bercampur dengan air laut. Air panas ini banyak mengandung belerang dengan rata-rata suhu 40 derajat celcius.

Karena kandungan belerangnya yang cukup tinggi, air panas ini dipercayai secara meluas bahkan sampai ke pulau Jawa karena air panas ini dapat menyembuhkan beberapa penyakit terutama penyakit kulit. Tidak mengherankan apabila banyak orang-orang yang datang ke tempat ini dengan harapan penyakitnya dapat sembuh. Pantai dimana terdapat sumber air panas ini ditumbuhi tanaman bakau yang mencegah abrasi pantai. Dapat dikatakan pantai Bayuwedang ini bebas dari abrasi.
 
Adanya teluk dan beberapa pasir putih di sekitarnya menambah asset pariwisata di sekitar Banyuwedang ini. Air Panas Banyuwedang terletak di Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak 60 km dari kota Singaraja, dipinggir batas kawasan Taman Nasional Bali Barat. Di sebelah selatan jalan raya ke Air Panas Banyuwedang termasuk kawasan Taman Nasional, sedangkan di sebelah utaranya adalah kawasan Batu Ampar yang terdiri dari tanah berkapur. Kawasan Batu Ampar ini oleh daerah tingkat II Buleleng telah direncanakan sebagai kawasan wisata baru, mengingat adanya potensi daya tarik yang besar, diantaranya adalah adanya Taman Laut di sekitar Pulau Menjangan.

Jalan menuju air panas Banyuwedang dari jalan raya jurusan Singaraja-Gilimanuk telah dikeraskan, demikian pula telah dibangun fasilitas parkir. Di sumber air panas yang ditanggul dibangun sebuah bangunan dengan beberapa kamar mandi tertutup. Di areal Air Panas Banyuwedang terdapat juga beberapa fasilitas WC yang dibangun oleh Taman Nasional Bali Barat, dan beberapa tempat berteduh. Jumlah kunjungan wisatawan Nusantara tinggi jika dibandingkan dengan Mancanegara. Pengunjung yang datang kebanyakan dengan tujuan untuk berobat. Pengunjung yang dari pulau Jawa kebanyakan berasal dari Daerah Banyuwangi.

Sesungguhnya sumber air panas Banyuwedang terletak ditengah-tengah hutan bakau di pinggir pantai. Daerah sekitarnya relatif gersang karena tanahnya terdiri atas tanah kapur dan tidak terdapatnya sungai yang dapat menjadikan sumber air untuk penghijauan sekitarnya. Oleh karenanya tanaman yang banyak tumbuh adalah tanaman yang tidak banyak membutuhkan air, seperti yang dikenal di Bali sebagai pohon "bekeul" atau "bangyang". Adanya air panas yang mengandung belerang yang terletak di pinggir pantai ditunjang dengan daerah yang jarang penduduknya sehingga dapat diciptakan suasana tenang, menyebabkan Pemerintah Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Bali akan mengembangkan daerah ini sebagai Kawasan Pariwisata Untuk Kesehatan, atau yang umum disebut "Health Tourism".

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

smp pancasila surabaya Video Reuni Alumni '85 - '86 Smp Pancasila Surabaya


Suatu kenangan sejak 26 th yang lalu ketika duduk di masa SMP, Tahun ini (2012) kami ditemukan kembali dalam acara Temu Kangen SMP Pancasila Surabaya alumni '85 - '86 di Kafe Rasa Sayang Ngagel kemarin tgl 08 Januari 2012. Rasa kangen kami terhadap teman - teman masa lalu akhirnya terbalaskan dalam acara ini. Untuk mengenang acara ini kami upload-kan Video saat acara temu kangen tersebut dalam blog SMP Pancasila Surabaya agar dapat ditonton oleh para teman - teman alumni '85 - '86 SMP  Pancasila Surabaya. Tidak lupa juga kami berterima kasih kepada semua guru - guru SMP Pancasila yang hadir dalam acara temu kangen ini sehingga acara berjalan dengan lancar dan meriah.















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS